Loading
Selamat Datang di Waroeng PakDe Computer Blog's

Sekapur Sirih

Mohon beri Masukan, Saran, dan Kritikan mengenai isi kontens posting Blogspot ini, dan kalau diperlukan diharapkan kerjasama Anda dalam mengisi kontens posting Blogspot ini.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya
Admin - waroengpakde

Senin, Juni 13, 2011

Tips Cara Menguninstall Windows Update yang Error

Microsoft dan semua perusahaan pengembang software selalu mengembangkan aplikasi yang mereka buat agar lebih fungsional dan memberikan manfaat yang besar bagi penggunanya. Setiap pengembang akan selalu menyediakan paket update yang bisa didownload dan ditambahkan ke software utama pada sistem yang telah mereka rilis.

Windows auto update (salah satu produk microsoft) merupakan metode utama dari windows 7 untuk menjada desktop PC atau notebook berjalan lancar dan terbebas dari error yang disebabkan oleh sistem atau aplikasi yang belum diperbaiki. Namun tidak semua update dapat berjalan seperti yang anda harapkan. Mungkin anda akan menemui beberapa aplikasi malah menjadi error setelah melakukan update.Jika itu yang anda hadapi, anda bisa memilih untuk kembali mengunisntall update yang terinstall. Caranya, ikuti step-by step di bawah ini.

1. Login menggunakan user yang mempunyai hak sebagai administrator di Windows 7
2. Buka Control Panel dan kemudian klik Programs
3. Lanjutkan dengan klik View installed updates

4. Pada bagian itu akan melihat ada banyak update yang telah terinstall di notebook atau desktop PC anda. Cari update yang membuat system anda kacau dan perhatikan bahwa setiap update dikategorikan sebagai program. Sebagai contoh, di bawah ini anda terlihat CPSID 83708 update telah terinstall di system windows. Perhatikan juga pada bagian kanan, bisa dilihat kalau versi update tersebut merupakan perbaikan dari Adobe Reader 9.3.3, versi asli dari aplikasi tersebut.

5. Di bagian akhir, hal yang paling penting, hari dan tanggal update program. Dengan ini, anda bisa tahu versi update mana yang membuat system error. Dengan sedikit analisa, anda bisa menentukan update mana yang membuat system menjadi error.
6. Uninstall program update yang menurut anda bermasalah. Caranya, klik kanan dan lanjutkan dengan klik Uninstall dan ikuti proses selanjutnya.

7. Jika diperlukan, restart desktop PC atau notebook anda.

Setelah selesai, coba jalankan program yang error setelah anda melakukan update. Jika masih mengalami error, coba sekali lagi untuk menguninstall update sebelumnya. Kalau perlu, coba anda uninstall program tersebut secara penuh dan lakukan install tanpa menggunakan update dari program (Dengan catatan anda mempunyai source asli dari program).

Peringatan!
Meskipun bisa dengan mudah menginstall dan mengunistall versi update dari sebuah program, lebih baik jika anda tetap berhati-hati sebelum melakukannya. Kalau perlu, konsultasikan masalah tersebut dengan orang yang ahli dibidang komputer dan windows.

Selamat mencoba!

Selasa, Mei 10, 2011

Tips Cara Menonaktifkan Auto Update Pada Windows

Pada umunya, jika anda membeli sebuah notebook baru yang telah terinstall sistem operasi windows di dalamnya, pihak penjual biasanya tidak menonaktifkan fasilitas auto update dari windows. Hal ini dimaksudkan agar notebook anda tetap mengikuti perbaikan yang dilakukan microsoft terhadap operating system windows.Fitur ini bukanlah sebuah masalah bagi yang setiap harinya menggunakan koneksi internet yang cepat. Tetapi, jika akses internet yang anda gunakan biasa-biasa saja (terutama yang menggunakan koneksi dial-up), hal ini menjadi masalah karena bandwidth dari koneksi internet akan terpotong dan terpakai oleh fasilitas auto update dari windows. Solusinya, anda harus menonaktifkan fitur auto update agar bandwidth internet bisa anda pakai semua untuk menyelesaikan pekerjaan yang lain.
Jika anda menggunakan windows 7, ikuti petunjuk bagaimana menonaktifkan fitur auto update :

1. Buka Control Panel
2. Klik System and Security

3. Cara Menonaktifkan Auto Update Pada Windows Image
4. Lanjutkan dengan klik System
5. Klik Windows Update
6. Selanjutnya, klik Change settings
7. Pada bagian Important updates, pilih Never check for update (not recommended)

8. Terakhir, klik tombol OK

Mungkin pada suatu hari karena kebetulan koneksi internet yang anda pakai lebih cepat atau memang ingin men-download update windows, anda bisa melakukan secra manual tanpa harus mengaktifkan kembali fasilitas auto update. Caranya, ikuti empat langkah pertama di atas, selanjutnya lanjutkan dengan menekan tombol Check for updates. System akan segera terkoneksi dengan website microsoft dan melakukan update system dari operating system windows.

Selanjutnya, setelah melakukan upadate windows, ada baiknya anda me-restart notebook.

Lalu bagaimana jika operating system yang digunakan adalah windows versi lama seperti XP atau Vista?

Hampir sama dengan windows 7, anda hanya perlu masuk Control Panel, cari bagian System, lanjutkan mencari bagian auto update. Jika sudah ketemu, matikan fitur tersebut dan terakhir klik tombok OK atau Apply.

Di bawah ini screen shot bagaimana menonaktifkan fitur update otomatis pada windows XP.

Jika menggunakan windows vista, screenshot bisa dilihat di bawah ini.

Cara menonaktifkan fasilitas auto update ini bisa anda gunakan pada semua perangkat yang memakai OS windows, termasuk netbook dan desktop PC (personal computer).

Selamat mencoba! Gamfangkan ... :)

Minggu, April 10, 2011

10 Peringkat Antivirus Terbaik Di Dunia Tahun 2011 Product Luar Negeri

Antivirus adalah penangkal virus atau vaksin dari virus jahat yang hendak merusak komputer kita, maka dari itu bagi anda yang masih menggunakan Operating System (OS) Microsoft Windows maka diwajibkan untuk memakai antivirus, agar komputer anda tidak mengalami gangguan dari serangan virus komputer jahat.

Di dunia ini ada banyak macam antivirus mulai dari buatan dalam negeri Indonesia maupun buatan luar negeri, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar semuanya ada, dan bebas terserah anda mau memilih yang mana. Tetapi saya menganjurkan untuk memakai dua antivirus sekaligus dalam satu komputer, yakni antivirus buatan dalam negeri dan yang satunya lagi antivirus buatan dalam negeri.Disini saya akan memaparkan 10 Ranking Antivirus terbaik di dunia yang akan menjadi persaingan ketat pada tahun 2011, mengingat kualitas dari masing-masing antivirus semakin berkembang dan maju, dengan mengambil sumber dari toptenreviews.com.

1. BitDefender® Total Security 2011:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/file sharing, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, full web protection, auto usb detect.
c) Protection Technology: Virus signatures, whitelisting, heuristic, real time.
d) Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $59.95 3PCs for 1 year
>> Download BitDefender® Total Security 2011

2. Kaspersky Antivirus:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/file sharing, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, full web protection, auto usb detect.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $ 59.95
>> Download Kaspersky Antivirus

3. Webroot Internet Security Complete 2011:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/file sharing, registry startup protection, dialers, hackers, identity theft protection, adware, activex, cookies, scripts, spam.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $79.95 for 1 year, 3PC's, 10GB Backup Space
>> Download Webroot Antivirus

4. Norton Antivirus:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, scripts, full web protection, auto usb detect.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: USD 39.99
>> Download Norton Antivirus

5. ESET Nod32 Antivirus:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, registry startup protection, dialers, backdoors, adware, activex, vulnerabilities, scripts, full web protection, auto usb detect.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $ 39.99
>> Download ESET NOD32 Antivirus

6. AVG Antivirus 2011:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, p2p/ file sharing protection, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, full web protection, spam, auto usb detect.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $ --
>> Download AVG Antivirus

7. G Data Antivirus:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, identity theft protection, adware, scripts, full web protection,.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, security network.
d) Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $ 29.95
>> Download G Data Antivirus

8. Avira Antivir:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, inbound email protection, outbond email protection, registry startup protection, dialers, backdoors, phising, adware, activex, scripts, full web protection.
c) Protection Technology: Virus signatures, heuristic, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $ 26.95
>> Download Avira Antivir

9. Vipre Antivirus:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: Browser exploit, OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protectionp2p/file sharing, registry startup protection, dialers, backdoors, hackers, phising, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, auto usb detect.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, heuristic, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 & 64 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $ 29.95
>> Download Vipre Antivirus

10. Trend Micro Titanium Antivirus:
SPESIFIKASI DAN HARGA:
a) Threat Detection: Virus, Worm, Trojan, Spyware, Malware, Rootkit.
b) Additional Protection: OS exploit, Keyloggers, inbound email protection, outbond email protection, instant messaging protection, registry startup protection, dialers, hackers, identity theft protection, adware, activex, vulnerabilities, cookies, scripts, auto usb detect.
c) Protection Technology: Virus signatures, blacklisting, whitelisting, real time, security network.
d) Supported OS: XP (32 bit), Vista (32 & 64 bit), Windows 7 (32 & 64 bit)
e) Price: $ 39.95
>> Download Trend Micro Titanium Antivirus

Senin, Juni 01, 2009

Menjalankan Software di Windows Vista

Windows Vista,sebuah software Operation system keluaran Microsoft dikabarkan tdk sesukses pada saat rilis windows Xp, namun banyak yang menilai tampilan Vista lebih bagus ketimbang XP, meski ada juga yang mengatakan sebaliknya.

Tampilan windows vista memang sangat mempesona seperti bidadari turun dari kahyangan, walaupun mempesona tetapi banyak yang tidak support dengan berbagai macam software. Termasuk software-software kecil banyak yang tidak jalan. Mengapa ini sampai terjadi?

Hal ini terjadi karena fitur keamanan yang berlebihan yang dibawah oleh windows vista sehingga windows vista sering memunculkan beragam peringatan yang ujung-ujungnya gagal dalam instalasi suatu software. Supaya software bisa compatible dengan windows vista seperti pada windows XP lebih baik jalankan trik dibawah ini :

a. Klik Start – Control Panel – User Accounts and Family Safety – User Accounts
b. Pilih link Turn User Account Control on or off dab hilangkan tanda centang didepan pilihan Use User Account Control (UAC) to help protect your computer untuk mematikan Account Control (UAC).
c. Lalu instal software yang anda inginkan dengan memilih dengan cara klik kanan pada setup program tersebut lalu klik kanan – properties – Run as Administrator.
d. Setelah software terinstall jalankan seperti biasa melalui shortcut atau start menu di programs.
e. Apabila software gagal terinstall atau tidak bisa dibuka masih ada trik lain lagi yaitu dengan mengklik kanan shotcut software tersebut kemudin pilih properties.
f. Di jendela properties pilih tab Compatibility.
g. Berikan tanda centang didepan Run this program in compatiblity mode for dan pilih Windows XP (Service Pack 2) pada combo box dibawahnya.

Mudah-mudahan dengan trik diatas, tidak merubah pikiran kita untuk beralih ke windows XP.

Minggu, Februari 15, 2009

Tips Merawat Komputer

Berikut tips cara merawat komputer/laptop :
1. Defrag harddisk secara berkala.
Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write sehingga beban kerja akan lebih ringan yg akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk. Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk DefragmenterSaat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yg berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.

2. Aktifkan screensaver Selain bersifat estetis.
Screensaver mempunyai fungsi lain yg penting. Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yg sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas. Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yg sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.Cara+ mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tab screensaver, kemudian pilih sesuai selera Anda.

3. Ventilasi yang cukup
Tempatkan monitor maupun CPU sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar. Ventilasi yg kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tsb. Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan.

4. Pakailah UPS atau stavolt.
Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yg dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.

5. Tutup / close program yg tidak berguna
Setiap program yg diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yg dijalankan semakin banyak memory yg tersita. Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yg akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.

6. Install program antivirus dan update secara berkala
Untuk dapat mengenali virus/trojan2 baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yg terlanjur menyebar di komputer dapat membuat Anda menginstall ulang komputer. Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Anda akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.

7. Bersihkan Recycle Bin secara rutin
Sebenarnya file/folder yg kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin ini dengan maksud agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi. Recycle Bin yg sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yg dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet.Caranya jalankan Windows Explorer > klik Recycle Bin > klik File > klik Empty Recyle BinAtau Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup Caranya Klik Start > Program > Accessories > System Tool > Disk Cleanup > kemudian pilih drive yg mau dibersihkan > setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yg lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.

8. Jangan meletakkan Speacker
Active terlalu dekat dengan monitorKarena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.

9. Uninstall atau buang program yg tidak berguna
Ruang harddisk yg terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak.

10. Bersihkan motherboard & periferal lain dari debu secara berkala
Setidaknya enam bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus. Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer.

11. Pasang kabel ground.
Apabila casing nyetrum, ambil kabel dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yg lain ditanam dalam tanah. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yg “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.(diambil dari berbagai sumber)

Selasa, Februari 10, 2009

Cara Mengatasi Komputer Yang Lambat

Bekerja dengan cepat adalah dambaan semua pekerja.Pun begitu halnya dengan saat kita mengerjakan tugas atau apapun yang berkenaan dengan komputer.Akan senang dan nyaman rasanya jika dapat diselesaikan dengan cepat.Tapi bagaimana jika Komputer kita ternyata Lambat atau lelet atau lemot ?..Nah Anda harus melakukan perawatan terhadap perangkat komputer. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menangani komputer lambat , atau dengan kata lain bagaiaman agar komputer kita bisa super cepat ? ikuti tipsnya sbb:

1. Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab pc lambat, karena yang paling mudah menyusupi dan banyak user yang berinteraksi dengannya (secara tidak langsung), spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman/banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE.

Beberapa cara untuk menghapus spyware:
1. Identifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager.
2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
6. Install dan gunakan spyware detection dan removal.

2. Processor Overheating.
Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2. Fan motor rusak.
3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll.

3. Ram yang buruk.
Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini
dikarenakan oleh:
1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
3. RAM terlalu panas.

4. Harddisk yang fail.
Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan:
1. Akses time yang lambat.
2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
4. Gagal Boot.

5. Bios Settings.
Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1. Boot langsung ke harddisk.
2. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
3. Set speed latency RAM.
4. Matikan IO/IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
5. Gunakan Fast POST.

6. Disk type/controller compatibility.
Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.

7. Windows Services
Beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
1. FTP 2. Indexing Service
2. Remote Registry
3. Telnet
4. Remote Access
5. Remote Desktop
6. Automatic Update

8. Process yang invisible.
Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan
di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.

9. Disk Fragmentation
Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.

10. Background applications.
Kalau kita perhatikan di sys tray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce

Hapuslah key yang tidak diperlukan.